2018 Simposium PPOK

Hasil gambar untuk ppok adalah

SAMBUTAN KETUA IDI WILAYAH DIY

fx. wikan indrarto*)


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Selamat pagi, selamat datang di Yogyakarta, sugeng rawuh, dan salam sejahtera bagi kita semua.


Kepada Yth :

Para tamu undangan, pembicara, peserta dan semua hadirin pada simposium yang diselenggarakan PT. IMEDCO, bekerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Wilayah DIY dan PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) Cabang Yogyakarta dengan tema “Role of Short Acting Beta Agonist and Anti-Oxidantin COPD Treatment.” Simposium yang dirancang khusus oleh para dokter spesialis paru (SpP) dari seluruh DIY ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Mei 2018, di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta.

Pertama-tama kami memohonkan maaf, karena Dr. Choirul Anwar, MKes (Ketua IDI Wilayah DIY) yang sedianya akan hadir sendiri dalam pertemuan besar ini, ternyata berhalangan, terkait tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk itu, perkenankanlah kami sebagai Sekretaris IDI Wilayah DIY, memohon ijin mewakili beliau, untuk bersama-sama dengan Anda semua di ruangan ini dan memberikan sambutannya.

Hasil gambar untuk ppok adalah

Para pembicara dan hadirin yang kami hormati,

Seperti kita ketahui bersama, Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau ‘Chronic Obstructive Pulmonary Disease’ (COPD). PTM merupakan hampir 70% penyebab kematian di dunia. Berdasarkan data Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) tahun 2016, prevalensi merokok sebagai faktor risiko utama PTM, secara nasional adalah 28,5%. Prevalensi merokok pada laki-laki 59% dan perempuan 1,6%. Sedangkan di pedesaan sedikit lebih tinggi (29,1%) dibandingkan dengan perkotaan (27,9%). Menurut kelompok umur, prevalensi tertinggi pada usia 40-49 tahun sebesar 39,5%, sedangkan pada usia muda (<20 tahun) sebesar 11,1%.

Hasil gambar untuk ppok adalah

Upaya pengendalian faktor risiko PTM yang telah dilakukan berupa promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Selain itu, upaya pengendalian PTM untuk Enyahkan asap rokok, dilakukan melalui pengendalian masalah tembakau dengan penerbitan peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Pemerintah Daerah. Dari 4 buah indikator program pengendalian penyakit tidak menular pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019, indikator ke 4 adalah Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), minimal pada 50% sekolah. Keberhasilan program ini hanya dapat dilakukan, dengan sinergi yang baik antara profesi dokter, birokrasi bidang kesehatan dan keinginan politik (political will), sehingga setiap dokter seharusnya terlibat membantu.

Hasil gambar untuk ppok adalah

Para pembicara dan hadirin yang kami hormati,

Seperti kita ketahui bersama, sistem pembiayaan layanan kesehatan untuk cakupan semesta (health financing for universal coverage), telah dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2009. Pembiayaan yang baru ini berpola ‘Health Insurance’ untuk menggantikan sistem lama, yaitu ‘Fee for Service’. Sistem baru pembiayaan layanan kesehatan di Indonesia dalam program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), telah dimulai sejak 1 Januari 2014, dengan BPJS Kesehatan sebagai penjamin biaya layanan kesehatan, menggunakan sistem ‘case mix’ di RS. Perubahan sistem pembiayaan ini tentu juga sangat berpengaruh dalam tatalaksana pasien dengan penyakit paru, termasuk PPOK. Tanpa adanya perubahan paradigma layanan dokter, tentu saja sistem penjaminan biaya tidak akan tepat sasaran. Selain itu, tanpa kerjasama, kerja cerdas dan kerja keras segenap dokter di RS, termasuk para dokter spesialis paru (SpP) dari seluruh Indonesia, pasti akan terjadi selisih biaya negatif yang merugikan semua pihak.

Pada era JKN ini, para dokter spesialis paru (SpP) dari seluruh Indonesia sebaiknya juga memahami aturan tentang Program Rujuk Balik (PRB), untuk pasien peserta JKN dengan penyakit kronis stabil, dari RS sebagai Faskes Sekunder ke Faskes Primer. Jenis penyakit yang termasuk di dalam cakupan PRB adalah Diabetes Mellitus, Hipertensi, Jantung, Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Epilepsi, Schizophrenia, Stroke, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Sirosis Hepatis. Sesuai ketentuan PRB untuk pasien peserta JKN, terutama dengan asma dan PPOK yang stabil, sebaiknya dievaluasi pelaksanaanya. Evaluasi mungkin saja akan merekomendasikan kegiatan pendampingan klinik atau ‘clinical proptoring’, kepada para dokter umum. Tentunya agar para sejawat dokter umum di Faskes Primer dapat meneruskan tatalaksana lanjutan secara memadai, yang dapat terwujud pada pasien peserta JKN dengan PPOK.

Hasil gambar untuk ppok adalah

Yth para tamu undangan, pembicara, peserta dan hadirin semua.

Pada simposium kali ini, Dr. Siswanto, SpP akan bertindak sebagai ‘Speaker’ ke 1 dengan topik bahasan ‘Role of SABA in Obstructive Lung Disease Management’ dan Dr. Yusrizal Djaman S, SpP akan bertindak sebagai ‘Speaker’ ke 2 dengan topik bahasan ‘Role of Antioxidan for COPD Management.’ Pengurus IDI Wilayah DIY sangat berharap bahwa pada akhir simposium ini, dapat dikeluarkan pesan khusus (take home message) pelaksanaan praktis, baku dan seragam yang mampu laksana, untuk sebanyak mungkin dokter spesialis paru (SpP) dan dokter umum dari seluruh DIY, dalam tatalaksana pasien dengan penyakit paru, sesuai regulasi pada era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Hasil gambar untuk ppok adalah

Dengan memohon berkat dari Tuhan Yang Maha Esa dan ijin dari semua yang hadir di sini, ‘“Role of Short Acting Beta Agonist and Anti-Oxidant in COPD treatment Symposium’ khusus untuk para dokter spesialis penyakit dalam (SpPD) dari seluruh Indonesia, kerjasama ‘PT. IMEDCO‘, PDPI Cabang DIY dengan pengurus IDI Wilayah DIY di The Sahid Rich Jogja Hotel Jl. Magelang Km 6 No 18 Sleman Yogyakarta, secara resmi kami buka.


Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih, sugeng pepanggihan, dan sukses selalu.

PB IDI

Sekian

Yogyakarta, 10 Mei 2018

*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di Yogyakarta, Alumnus S3 UGM, Lektor FK UKDW, WA: 081227280161, e-mail : fxwikan_indrarto@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s